Jumat, 11 Desember 2015
Mizariadi: “Yang menang layak digugat”
Mizariadi: “Yang menang layak digugat”: Politik adalah barang paling kotor, lumpur-lumpur kotor, namun jika tidak dapat menghidar lagi maka terjunlah, kata Soe Hogie. Mungkin ...
“Yang menang layak digugat”
Politik adalah barang paling kotor, lumpur-lumpur kotor, namun jika
tidak dapat menghidar lagi maka terjunlah, kata Soe Hogie. Mungkin ini yang
menarik bagi saya membahas politik karena melihat penomena hari ini bagai mana
para pemimpin dan calon pemimpin negeri ini untuk merebut kekuasaan dan
menggunakan kekuasaannya sewenang-wenang di kemudian hari.
Memandang politik hari ini dimana
baru saja pemilihan kepala daerah 8 kabupaten di Provinsi Lampung yang telah di
selenggarakan oleh Kpu pada tanggal 9 desember 2015 dan tinggal menunggu hasil
yang akan ditetapkan oleh Kpu dari tiap Kabupaten. Namun disini saya akan
membahas permasalah yang terjadi ketika pesta demokrasi telah selesai dilakukan
yang kalah akan menggugat, tidak begitu saja menerima kekalahannya mestinya
kita harus belajar dari mantan presiden AS Abraham Lincoln dimana 7 kali kalah
bertanding namun tidak menyerah dan mencari strategi untuk bertarung lagi.
Bicara politik berarti berbicara
strategi bagaimana merebut dan mempertahankan lalu berkuasa atau dikuasai jadi
bagaimanapun segala cara dihalalkan. Kita bisa mengulas ulang pesta politik
yang telah terjadi yaitu pemilihan gubernur lampung dimana dimenangkan oleh
pasangan Rhido-Bahtiar setelah mengalahkan Herman-Zainudin sebagai urutan suara
kedua, pertanyaannya apakah herman-zainudin langsung menerima kekalahan setelah
dilakukan hitung cepat (jawabannya tidak)
artinya para politisi jarang sekali menerima kekalahan saat kalah tanding, lalu
ketika pemilihan Presiden yang diikuti oleh Bapak Jokowi-Jk dan Prabowo-Hatta
yang dimenangkan oleh Jokowi-JK, pertannyaannya apakah prabowo-hatta begitu
saja menerima kekalahan dengan tidak melakukan gugatan (jawabannya tidak juga, bukan). Hari ini baru saja dilaksanakan
pilkada perdana di Kabupaten Pesisir Barat setelah dilakukan hitung cepat nomor
Urut 1 (Agus_herlina) mengungguli 3 pasangan lainnya dan bersaing tipis dengan
nomor urut 2 (Aria-Evan) lalu terjadilah perseteruan antara kedua pasangan
tersebut.
Penomena yang terjadi dikalangan
politisi tidak pernah berubah, saling gugat ketika “KALAH”, pertanyaan saya
apakah hanya yang menang yang melakukan kesalahan (pelanggaran) dan bisa dihukum,
apakah jika kalah meski melakukan kesalahan (pelanggaran) tidak perlu dihukum. Sebagai
masyarakat kita harus peka terhadap hal-hal demikian. Jika memang ada yang
melakukan kesalahan kenapa tidak kita gugat, baik menang bertarung ataupun
kalah, jika ia salah maka harus mendapatkan hukuman. #salamangkon
Langganan:
Komentar (Atom)